Tuesday, June 25, 2013

Renungan dalam setiap Shalatku

Renungan dalam Setiap Shalatku

Setiap gerakan shalat seharusnya memang dihayati dengan segenap penjiwaan, namun ada dua gerakan shalat yang dapat membuat ku memanjangkan thumaninahnya. Yaitu gerakan sujud dan duduk diantara dua sujud. Kenapa bisa begitu? mungkin inilah alasannya:

1. Duduk diantara Dua Sujud



Ya Rabb, terasa sekali kecilnya daku dihadapanMu, berusaha menghayati setiap kalimatnya ini membuat hati luluh seketika :'( . Ya Rabb, hamba mohon jagalah selalu langkahku agar selalu berada dalam naungan Rahman, Rahiim dan dalam RidhoMu. Aamiin, Allahumma Aamiin...


2. Sujud

Yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah do’a ketika itu.” (HR. Muslim no. 482, dari Abu Hurairah)



Setuju sekali dengan hadits ini. Posisi sujud adalah posisi dimana kepala kita lebih rendah posisinya dibanding anggota tubuh lainnya. Tiada lagi ada kesombongan kita dihadapanNya, tiada lagi ada aib yang tertutup dihadapanNya, tiada lagi kemunafikan dan kebohongan dihadapanNya. Faghfirlii Yaa Rabb :( 

Namun, 
Ruku’, sujud, bangkit dari ruku’ (i’tidal), dan duduk antara dua sujud yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, semuanya hampir sama (lama dan thuma’ninahnya).” (HR. Bukhari no. 801 dan Muslim no. 471)
Akan tetapi ada tempat do’a selain sujud yaitu setelah tasyahud (sebelum salam). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mengajarkan ‘Abdullah bin Mas’ud tasyahud, beliau bersabda, “Kemudian setelah tasyahud, terserah padamu berdo’a dengan doa apa saja”. Maka berdo’alah ketika itu sedikit atau pun lama setelah tasyahud akhir sebelum salam. (Fatawa Nur ‘ala Ad Darb, kaset no. 376, side B)
Syaikh ‘Abdullah Al Jibrin rahimahullah juga menjelaskan, “Aku tidak mengetahui adanya dalil yang menganjurkan untuk memperlama sujud terakhir dalam shalat. Akan tetapi, memang sebagian imam melakukan seperti ini sebagai isyarat pada makmum bahwa ketika itu adalah raka’at terakhir atau ketika itu adalah amalan terkahir dalam shalat. Karenanya, mereka pun memperpanjang sujud ketika itu. Dari sinilah, mereka maksudkan agar para jama’ah tahu bahwa setelah itu adalah duduk terakhir yaitu duduk tasyahud akhir. Namun alasan semacam ini tidaklah menjadi sebab dianjurkan memperpanjang sujud terakhir ketika itu.” (Fatawa Syaikh Ibnu Jibrin, Ahkam Qoth’ush Sholah, Fatawan no. 2046 dari website beliau)

Para kawan blogger, ini hanya sekadar sharing dari pengalaman pribadi saya saja. Karena bagi saya salah satu cara agar kita dapat khusyu dalam shalat kita adalah dengan memahami arti dari setiap bacaan shalat kita. Sesungguhnya setiap gerakan sshalat kita harus diiringi dengan thuma'ninah (para ulama mengatakan lamanya kira-kira sepanjang bacaaan Subhanallah). 

Wallahu alam bishshawaab...

2 comments:

  1. duduk di antara dua sujud juga kadang saya suka kebalik itu doa nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. makanya saya suka inget-inget juga artinya, biar ga kebalik-balik mba hhe.. :)

      Delete