Saturday, July 13, 2013

Kota Santri Cetak Ilmuwan Religi

Kota Santri Cetak Ilmuwan Religi

Kota/Kabupaten Tasikmalaya adalah wilayah di priangan timur yang mulai berkembang melebarkan sayapnya, menunjukkan eksistensi keberadaannya. 

Beragam Budaya Tasik dari mulai kerajinan anyamannya (contoh: kelom geulis, payung tasik), bordir, makanan khas (TO, tutug oncom), hingga tempat-tempat wisata (contoh: Gunung Galunggung, Kampung Naga, Situ Sanghiyang, Pamijahan, dll), mulai menarik perhatian para wisatawan. Tidak hanya itu, mall-mall (contoh: Asia Plaza), dan hotel-hotel berkelas pun (contoh: Hotel Santika) sudah nampak kehadirannya di Kota ini.

 
Ada satu hal menarik lainnya yang tidak bisa lepas dari Tasikmalaya. Yaitu, nuansa pondok-pondok pesantren. Coba saja, jika kalian melewati daerah Tasikmalaya maka kita akan banyak menjumpai pondok-pondok pesantren di sepanjang jalan. Namun, tak heran jika pemandangan ini kita temukan, tercatat di Kabupaten Tasikmalaya saja ada sekitar 800 pondok pesantren yang memiliki ratusan bahkan hingga ribuan santri. Julukan “kota santri“ pun akhirnya melekat pada Tasikmalaya, dengan tokoh perjuangannya Bapak KH. Zaenal Musthafa dan diabadikan sebagai nama salah satu jalan di pusat kota (kurang lebih 300m dari Hotel Santika).

Berbagai macam model pondok pesantren memang ada di Tasikmalaya. Dari mulai pesantren yang masih memegang teguh prinsip-prinsip salafi, pesantren yang mengunggulkan ilmu nahwu, pembelajaran bahasa arab secara lisan layaknya Pesantren Gontor, hingga pesantren modern yang menyediakan sekolah-sekolah seperti SD, SMP, SMA, bahkan perguruan tinggi pun tersedia di kota ini. Pondok pesantren modern ini adalah salah satu upaya Tasikmalaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya dari segi ilmu agama, tetapi juga ilmu umum.
Namun, masih ada satu PR besar yang harus “kita” kerjakan. Ketika sebuah pondok pesantren menyediakan sekolah umum didalamnya, hal ini tidak berarti ada integrasi ilmu antara ilmu agama dan ilmu umum di dalamnya. Sehingga, ada semacam ketidakseimbangan pemikiran pada para santri yang sekaligus siswa ini. Jika mereka terbiasa dengan lingkungan yang agamis, dengan nuansa religinya yang kental, mereka akan cenderung menyepelekan pelajaran-pelajaran umum (terutama sains) di sekolahnya. Hal inilah yang harus menjadi perhatian kita.
Dalam tradisi keilmuan Islam tidak diajarkan untuk membedakan cabang ilmu agama atau umum. Agama (Islam) tidak menginginkan kepribadian yang terbelah, melainkan utuh dengan kebaikan dalam keseimbangan dan keseimbangan dalam kebaikan. Keseimbangan ilmu tentang yang gaib dengan ilmu yang syahadah, antara dunia dan akhirat serta, ibadah dan muamalat. Itu sebabnya, Islam pernah mencapai puncak kejayaannya secara keilmuan pada abad ke-8 hingga 13 M karena ilmu dipahami, dikaji, dan dikembangkan secara integratif dan holistik.[1]
Kitab suci Al-Qurán dan Hadits Nabi juga memerintahkan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dengan cara memikirkan tentang ciptaan langit dan bumi, menyuruh umat Islam untuk berpikir, memperhatikan, dan melihat alam  semesta ini. Bahkan dalam Al-Qurán disebutkan ayat-ayat yang menantang manusia untuk memperhatikan alam hingga sekecil-kecilnya, misalnya dengan Al-Quran surat Al-ghasyiyyah ayat 17-20:

Ÿxsùr& tbrãÝàYtƒ n<Î) È@Î/M}$# y#øŸ2 ôMs)Î=äz ÇÊÐÈ n<Î)ur Ïä!$uK¡¡9$# y#øŸ2 ôMyèÏùâ ÇÊÑÈ n<Î)ur ÉA$t6Ågø:$# y#øx. ôMt6ÅÁçR ÇÊÒÈ n<Î)ur ÇÚöF{$# y#øx. ôMysÏÜß ÇËÉÈ
 “Tidakkah kau perhatikan bagaimana unta diciptakan, langit ditinggikan, gunung ditegakkan dan bumi dihamparkan.”  (QS. Al-ghasiyyah: 17-20).
Integrasi antara pondok pesantren dan sekolah umum harusnya bukan hanya sebatas integrasi tempat saja, melainkan integrasi ilmunya. Para santri diperkenalkan dengan ayat-ayat kauniyah Allah berupa fenomena-fenomena alam, sehingga akan semakin memperkuat keimanan mereka tentang ayat-ayat kauliyah Allah.

Sebagai contoh, ketika seorang guru fisika menjelaskan tentang fenomena pembentukan alam semesta, bisa di integrasikan dengan QS. Al-Anbiya ayat 30.
“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, Kemudian kami pisahkan antara keduanya. dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”.

Dalam ilmu Biologi QS. Al-mukminun ayat 12-14 menjelaskan bagaimana proses perkembangan janin dalam rahim seorang ibu.
“Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.”


Cerita diatas hanyalah sebagian contoh yang bisa kita ambil, masih banyak ilmu-ilmu Allah lainnya yang harus kita gali dalam Al-Quran maupun Hadits. Semoga coretan ini dapat menginspirasi kita semua untuk memahami integrasi ilmu ini. Khususnya bagi Tasikmalaya sebagai kota santri, sehingga dapat mencetak ilmuwan-ilmuwan religi layaknya Ibnu Sina, Alhazen, Aljabar , dan lainnya.

(Postingan ini diikutsertakan dalam kompetisi "Tasikmalaya Blogging Competition" yang diadakan oleh Hotel Santika. Fb: Hotel Santika Tasikmalaya dan twitter: @santika_tasik)

Penulis/Pemilik akun blog bisa dihubungi via twitter: @pudja_kusumah_ , fb: Ifa Pudja Kusumah atau email di pudja.kusumah@gmail.com. Terima kasih :)





[1]http://koran.republika.co.id/koran/0/145021/Prof_Dr_H_Mudjia_Rahardjo_Tak_Ada_Dikotomi_Ilmu_Agama_dan_Umum

141 comments:

  1. wuih.. infonya penting tuch.. mengenalkan kota Tasik dan tentunya membuktikan hotel santika cabangnya byk..

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih komen ny :) semoga coretan ini bermanfaat :)

      Delete
    2. Taufik Mulyadi16 July 2013 at 13:22

      melihat perkembangan globalisasi dan modernisasi saat ini, hendaknya kita sebagai generasi Muda Islam harus mempersiapkan diri sebaik mungkin.apalagi selama ini Negara Barat masih mendominasi perkembangan ilmu dan teknologi.padahal,wahyu pertama yg dturunkan kpd Nabi adalah Iqra(baca).saya yakin,dlm beberapa tahun kedepan,Islam akan kembali mendominasi peradaban dg munculnya intelektual2 islam yg dididik dan ditempa melalui pendidikan pesantren.

      Delete
    3. Aamiin allahumma aamiin...
      semangat generasi muda!!!! :)

      Delete
  2. wajib di baca anak2 yg berasal dari tasik

    ReplyDelete
    Replies
    1. khususnya, umunya bagi seluruh penghuni bumi, terima kasih sdh berkunjung :)

      Delete
  3. deuhh cakepp,., jadi pengen ke tasik,,
    kapan2 ajak2 donk fa,, :D

    ReplyDelete
  4. nice info teh..
    Goodluck buat kontesnya :D

    ReplyDelete
  5. Menginspirasi... Semoga kota santri tak kan pernah mati mencetak generasi Robbani...

    Salam semangat... ^__^

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih mba, aamiin allahumma aamiin..
      salam semangat juga :)

      Delete
  6. manteppp...dilajeng nyeratna. :)

    ReplyDelete
  7. sama seperti martapura di kalimantan selatan yang dijuluki sebagai kota santri, dan memang tata cara masyarakat di martapura diatur secara islami, ternyata tasikmalaya juga dijuluki sebagai Kota Santri,
    benar sekali bahwa islam tidak membedakan pengetahuan umum dan pengetahuan agama, karena keduanya saling terkait dan tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini....selamat berlomba semoga menjadi salah satu yang terbaik,,,salam :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin allahumma aamiin...
      trims info ny mas, saya juga baru tau kalau ada kota santri lainnya di indonesia hhe...
      iya mas, sungguh miris ketika ilmu umu justru dipandang sebelah mata oleh para santri. semoga coretan ini bisa sedikit membuka pemahaman kita akan integrasi ilmu. :)

      Delete
  8. Nice post, semoga sukses GA nya mbak...

    ReplyDelete
  9. Tasikmalaya KOTA SANTRI...memang telah men-Jawa Barat. Namun belum meng-Indonesia ya? Perlu terobosan baru untuk menggaungkannya. Nah, integrasi ilmu umum pada pesantren yang ada di Tasikmalaya menjadi tawaran bagus. Sehingga pesantren di Tasikmalaya menjadi rujukan bagi santri2 di berbagai wilayah Indoensia. PR lainnya adalah 'bagaimana gaung KOTA SANTRI juga bisa menjadi daya tarik para wisatawan. So let's think.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bu, saya pikir ketika integrasi ini sdh menjadi dasar pengajaran di pesantren, dengan sendirinya akan menjadi daya tarik bagi warga lain.
      terima kasih atas kunjungan nya bu :)

      Delete
    2. ya bu, saya pikir ketika konsep integrasi ini menjadi acuan dalam pengajaran di pesantren, maka dengan sendirinya akan menjadi daya tarik bagi warga lain.
      terima kasih kunjungannya bu :)

      Delete
  10. jadi pengen ke kota santri..

    ReplyDelete
  11. Informatif blognya, terus semangat menulis :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih mba riris :) salam menulis :)

      Delete
  12. iya..
    emang harusnya ilmu agama & non agama itu terintegrasi.. jd lulusannya ga kaya 'berkacamata kuda' :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi "berkacamata ilmuwan rabbani" ya mba :)

      Delete
  13. waaah kaka saya baru tau tasik itu kota santri :D makasih kak atas info'y sgt menarik n' pasti menambah wawasan kapan kapan ajak ya kak ke gunung galunggung sama kampung Naga ^^* #Lanjutkan!

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, ade kemana aj neeh hhe.... siaapp, insyAllah :)

      Delete
  14. Sangat informatif dan menarik tulisannya. Teringat dulu Tasik hanyalah kota kecil, tapi lewat tulisan ini digambarkan kota Tasik sudah sangat banyak perkembangan. Bahkan hotel berkelas pun sudah ada di Tasik, Hotel Santika misalnya.
    Tulisan ini menggugah rasa ingin berkunjung ke "Kota Santri" lagi.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih ka dini :) di tunggu kedatangannya "lagi" di kota santri :)

      Delete
  15. Good posting. Buka memberikan info tapi juga menawarkan opini yang solutif. Lagi puasa baca postingan ini jadi tambah lapar karena diingatkan tentang Tutug Oncom, hehee. Tapi kita juga dibikin lapar spiritual, ingin menikmati suasana kota santri yg religi, mengunjungi pesantren-pesantren yang jadi pilar peradaban Islam. Pinter nih yang nulisnya! Jadi tahu juga ttg hotel Santika, padahal selama saya 4 tahun di Tasik tidak akrab dg nama itu (atau mungkin krn saya yg kuper saat itu kali ya? hee).

    At all, saya senang baca tulisan ini, apalagi ada foto pesantren yg jadi almamater saya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. syukron abi komentarnya, walau pun abi sdh alumni ttp massih bs mengenali ponpes ny ya, subhanAllah :). semoga ponpes yang abi kelola sekarang pun bisa menerapkan integrasi ini, walaupun bukan di kota santri ya bi :)

      Delete
    2. ok. Ttg integrasi ilmu, ini sudah jadi visi di sejak Al-Muhajirin berdiri, dan SMA-MA Al-Muhajirin menjadi ujung tombak implementasi visi ini.

      Delete
    3. alhamdulillah... Al-Muhajirin akan semakin dan tetap berdiri tegak dengan visinya tersebut bii... :)

      Delete
  16. Kota Santri melekat pada Tasikmalaya, seiring dengan berkembangnya pembangunan, industri dan transpormasi budaya melalui media elektronik...perubahan tradisi "lingkungan dunia santri" pun tidak dapat dipungkiri...ada yang tetap mempertahankan tradisi, ada yang mengikuti perkembangan ada juga yang hampir melupakan tradisi.

    Semoga bagi warga Tasikmalaya baik yang ada di Kabupaten dan terutama di Kota Tasikmalaya, ruh "Kota Santri" tidak hanya "Sebagai" saja melainkan "Menjadi" Jatidiri dari setiap warga Kota-Kabupaten Tasikmalaya.

    Tidak dipungkiri, pergeseran budaya terutama di kalangan generasi anak muda di "KotaSantri" ini sudah mulai mengalami perubahan...Semoga perubahan ke dalam hal yang Lebih Baik, tidak Sebaliknya..aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin allahumma aamiin...
      semoga perkembangan zaman, tidak menggeser perkembangan akhlak para santri ke arah yang tidak baik ya wa,
      hatur nuhun uwa ucrit :)

      Delete
  17. Semoga Pesantren-pesantren yang ada di seluruh Indonesia dapat memberikan, dan melakukan kajian ilmiahnya dengan baik. Ilmu pengetahuan adalah alat untuk memverifikasi dan memahami kebesaran dan kebenaran-kebenaran Sang Pencipta.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aaminn, betul sekali, sekarang saja sdh banyak kajian asstronomi yang ditinjau dari segi Al-Quran. terima kasih telah berkunjung :)

      Delete
  18. Wah..tulisannya bagus teh. Ternyata kalau ilmu umum dan ilmu agama diintegrasikan, selain ilmu bertambah, iman juga bertambah. Gak salah Al-Quran menjadi mukjizat Nabi Muhammad SAW. umat zaman ini memang benar-benar menghargai logika, bukan sihir.
    Lanjutkan teh tulisannya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih a :)
      semoga kita menjadi umatNya yang dapat memahami ilmu-ilmu dari kitabNya (Al-Quran). aamiin...

      Delete
  19. Sip, bermanfaat sekali ya Teh...
    semoga sukses giveaway nya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah, aamiin.. terima kasih sudah berkunjung :)

      Delete
  20. 1 hal yg harus jadi point penting yaitu pada tataran implementasi nilai2 santri agar modernitas sosial dan infrastruktur yg ada di Tasik tidak menggerus nilai2 santri tersebut.. steping yg bagus untuk memulai social movement menuju Tasik yg lebih santri

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, mudah-mudahan kang, step ini menjadi awal yang baik :)

      Delete
  21. waaahhh, infonya memukauuu, smoga referensi bisa d tambhin lagi ya tehhh, jayyid jiddan

    ReplyDelete
  22. tulisan yang bermanfaat. memang betul semua harus seimbang, mementingkan yang satu dengan yang lainnya merupakan tindakan yang kurang bijak. dari itu semua kita bisa melihat bahwa masih begitu banyak PR generasi muda untuk bisa mewujudkan pribadi muslim yang cerdas dan berkarakter. mudahan-mudahan Tasikmalaya khususnya dan umumnya semua kota di Indonesia bisa memperhatikan serius akan hal ini.
    terus berkarya yaa... :)

    ReplyDelete
  23. Informasi yang menarik. tema yang saya fikir patut diangkat ke permukaan.

    sebuah ilmu sedalam apapun pemahamannya akan dirasa kering dan gersang ketika tidak diikuti dengan pemahaman batin terhadap sumber dari segala ilmu yang ada. dikotomi antara keduanya memang sudah seharusnya tidak boleh terjadi.

    memang menjadi PR kita bersama sebagai generasi bangsa yang dikaruniai hidayah oleh-Nya untuk senantiasa menyerukan hal ini kepada seluruh lapisan masyarakat kita. agar nantinya, sistem pendidikan kita di Tasikmalaya khususnya dan di Indonesia pada umumnya dapat melahirkan generasi-generasi yang cerdas dan berbudi pekerti luhur, sampai pada suatu saat kedigjayaan Islam pada masa Bani Ummayah setidaknya bisa kita rasakan kembali.

    Good Job... Lanjutkan !!!


    ReplyDelete
    Replies
    1. yupz, semoga coretan ini dapat sedikit menginspirasi untuk menggali sedalam-dalamnya ilmu yang terdapat dalam Al-quran maupun Hadits. sehingga masa kejayaan Islam dahulu bisa hadir kembali di zaman sekarang ini. Aamiin Allahumma Aamiin...
      terima kasih telah berkunjung :)

      Delete
  24. keren teh :-)
    mudah2an sukses ya kompetisinya.. amin

    Ta'dzim kpada kiai merupakan slah satu kunci sukses qta dlam mencari ilmu.. itulah hal pertama yg mesti qta lakukan sebgai thaalib wa thaalibah . mudah2an qta termasuk orang2 yng ta'dzim terhdap kiai , melek terhadap kiai amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin allahumma aamiin....
      terima kasih de telah berkunjung :)

      Delete
  25. Kota Santri.... Walau belum pernah kesana tapi saya membayangkan seperti Medina Az Zahra di Cordova dulu saat kejayaan Islam yang menguasai separuh lebih tanah bumi. Aroma ilmu menebar kemana-mana, ilmuwan besarpun lahir dari sana. Semoga Tasikmalaya bisa mengikuti jejaknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin allahumma aamiin...
      syukron kunjungannya :)

      Delete
  26. Tasik memang pantas disebut kota santri. Hampir di setiap sudut Tasik selalu ada pondok pesantren. Hanya tiga tahun saya menimba ilmu agama di Tasik, tapi sampai sekarang saya selalu terkenang dengan figur guru-guru saya di pesantren maupun di sekolah yang selalu bersahaja tapi teguh berpinsip. Mereka selalu menjadi teladan bagi saya dalam mengarungi kekejaman hidup di Jakarta yang sebagian besar terobsesi harta dan tahta, walaupun harus meninggalkan syari’at agama. Artikel ini benar-benar menggugah kenangan saya tentang Tasik, semoga Tasik tetap menjadi kota santri yang indah dan pesantrennya terus berkembang pesat! Amiin ...

    ReplyDelete
  27. Tasik memang pantas disebut kota santri. Hampir di setiap sudut Tasik selalu ada pondok pesantren. Hanya tiga tahun saya menimba ilmu agama di Tasik, tapi sampai sekarang saya selalu terkenang dengan figur guru-guru saya di pesantren maupun di sekolah yang selalu bersahaja tapi teguh berpinsip. Mereka selalu menjadi teladan bagi saya dalam mengarungi kekejaman hidup di Jakarta yang sebagian besar terobsesi harta dan tahta, walaupun harus meninggalkan syari’at agama. Artikel ini benar-benar menggugah kenangan saya tentang Tasik, semoga Tasik tetap menjadi kota santri yang indah dan pesantrennya terus berkembang pesat! Amiin ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, ibu trnyata alumni sana juga ya hhe...
      jakarta nan kejam bisa jadi teduh kembali jika kita ingat nasehat-nasehat guru ya bu :)
      terima kasih telah berkunjung bu... :)

      Delete
  28. nanti ah kapan2 main ke kota santri, sukses aja buat kontesnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, harus diagendakan itu mas hhe...
      terima kasih :)

      Delete
  29. Terintegrasinya Ilmu Umum dan Agama dibuktikan dengan makin banyaknya Pesantren2 yang mendirikan sekolah Umum, disisi lain ini juga merupakan kebutuhan Masyarakat (pangsa pasar), karena Lembaga pendidikan yang banyak dilirik Masyarakat, Pesantren yang ada sekolahnya.
    Ini menunjukan makin sadarnya masyarakat akan kesadaran IMTAQ dan IPTEK.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul, semoga integrassi ini tidak hanya ssebatas integrasi failitas sekolahnya saja, tapi integrassi dalam sistem pengajarannya juga.
      terima kassih telah berkunjung :)

      Delete
  30. Tulisan ini bagus sekali. Saya sependapat, bahwa ilmu umum semisal saín harusnya tidak dianggap terpisah Dan dinomorduakan. Pãda masa kejayaan islam, banyak ilmuwan bidang saín memiliki pengaruh besar bagi dunia. Islam dapat bangkit kembali kalau generasi mendatang kuat ilmu agama Dan saín.

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih pak, semoga kelak akan lahir ilmuwan-ilmuwan muslim sekelas Ibnu Sina, Musa Al-Khawarizmi dll...

      Delete
  31. Integrasi ilmu, antara ilmu-ilmu umum dengan ilmu-ilmu agama.. Sudah saatnya "Islam" mencapai masa keemasannya. Semoga "Kota Santri" dapat konsisten dan mampu berbicara lebih dalam hal ini...

    Sumangeeut teh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin allahumma aamiin...
      hatur nuhun kang Gibran :)

      Delete
  32. bagus infonya teh, baru tau ternyata kalau di tasik pondok pesantrennya sebanyak itu..hhe
    semoga pondok-pondok pesantren yang ada sekarang akan semakin berkembang pesat. dan menjadi pilihan utama masyarakat sebagai tempat menuntut ilmu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ya de, wow sekali jumlah pondok pesantrennya :)
      aamiin allahumma aamiin,
      terima kasih sudah berkunjung de, :)

      Delete
  33. abi komentar naon ya? da ts terang tuda hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. tos terang naon de? :) sesama santri tasik kitu ny? ;)

      Delete
  34. waahhh info nya bagus ni sob.. sangat bermanfaat :)
    Semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua :D

    di tunggu komen balik ny :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih, aamiin allahumma aamiin :)
      have done bng :)

      Delete
  35. semangat ya mbak..sukses kompetisinya :)

    ReplyDelete
  36. wah saya juga baru tau Tasikmalaya kota santri hehhe..betul mbak ilmu pengetahuan itu selalu berhubungan dengan Alquran dan percaya tidak percaya itu ada hubungannya.

    semoga menang ya mbak untuk kontesnya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul mba, semoga pengajaran integrasi ini menjadi menjadi awal tonggak kebangkitan Islam :)
      aamiin allahumma aamiin, terima kasih sudah berkunjung :)

      Delete
  37. saya baru tahu klo di tasik banyak pesantren. Semoga santrinya semakin banyak dan memajukan islam dimuka bumi ini aamiin.

    Belum pernah kesana uey.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo-ayo mba, ditunggu kedatangannya di "Kota Santri, Tasik" :)

      Delete
  38. ehemm.. kebetulan gue pernah di pesantren nih

    kalo baca gini jadi inget pesantren dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. hhe.. jadi nostalgia ya bang :)
      salam santri :)

      Delete
  39. saya baru tau :), terima kasih infonya,,hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama mas, terima kassih sudah berkunjung :)

      Delete
  40. Wah,,,nambah lagi pengetahuan dengan membaca artikel ini...
    Ternyata Tasik itu kota santri ya?
    Baru tau saya....hehehe,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. hhe.. iya bun, ditunggu kedatangannya di "kota santri" :)
      terima kasih sudah berkunjung :)

      Delete
  41. jd semangat ingin berkunjung ke kota santri, tasikmalaya nih - trims kunjungannya - salam ramadhan

    ReplyDelete
  42. Kota Tasikmalaya tidak hanya melahirkan alim ulama dan kiyai, banyak tokoh-tokoh besar yang telah lahir dari kota santri ini. Akan tetapi seiring dengan berkembangnya zaman, perlu juga diwaspadai dengan budaya luar yang mulai mengikis Kota Santri. Jangan sampai, Kota Tasik sebagai kota santri lambat laun memudar karena tergerus budaya luar yang jauh dari identitas lokal Kota Tasik sebgai Kota santri. Hmmm....teu loba komentar, da abi mah teu acan pernah masantren, komo deui di tasik, ngan pedah pernah caket wungkul sareng urang tasik,hehehehe....

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul kang, perkembangan zaman harus disikapi dengan kebijaksanaan, sehingga tidak memudarkan akhlak baik kita.
      ehm... "urang tasik" ;)
      terima kasih sudah berkunjung :)

      Delete
    2. "urang tasik" langkung terang da neng ifa mah, heheheh..diantos kunjungan balik di http://mustafidwongbodo.blogspot.com/

      Delete
    3. owh kitu nya?? hhe.... sip deh :)
      sudah kang, wuih.. blog ny bagus, boleh dong diajarin :)

      Delete
  43. infox menarik, baru tahu kalo Tasik kota santri, semoga bs jalan2 kesana suatu hari nanti :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin... insyAllah akan ketagihan kalau sudah main ke tasik hhe..
      terima kasih sudah berkunjung mba :)

      Delete
  44. tasikmalaya emang sudah terkenal dengan kota santri. Banyak pondok pesantren disana

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mas, tinggal bagaimana cara kita membuat "kota santri" ini bisa mencetak ilmuwan-ilmuwan rabani, integrasi insyAllah dapat dijadikan salah satu alternatifnya.
      terima kasih kunjungannya :)

      Delete
  45. Pekalongan juga di sebut kota santri

    Semoga menang kontesnya, amien

    ReplyDelete
    Replies
    1. Info dari wikipediapun mengatakan kalau serang kota sanri, banyak ya kota santri di Indonesia :) akan semakin banyak pula melahirkan ilmuwan-ilmuwan rabani. aamiin allahumma aamiin...
      terima kasih sudah berkunjung :)

      Delete
  46. Semoga Indonesia dapat menciptakan "kota santri" lebih banyak lagi. Dengan adanya kota santri Al-Quran semakin banyak yg mempelajari dan mengkaji, karena Al-Quran merupakan ladang berbagai macam ilmu, tidak hanya ilmu agama tetapi juga ilmu pengetahuan lain. Jika pengetahuan agama dan pengetahuan umum dapat diintegrasikan maka umat islam Indonesia dapat mencetak ilmuwan lebih bnyak lagi. Dengan begitu, Indonesia akan menjadi negara maju dan tidak tertinggal oleh bangsa lain.
    sukses utuk karya tulisnya.....:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin allahumma aamiin...
      terima kasih mba ulef kunjungannya :)

      Delete
  47. Integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum (yg sebenarnya telah lengkap tercakup dalam Al-Qur'an) merupakan suatu kebutuhan. Segala kegiatan membutuhkan fasilitas sarana maupun prasarana. Semoga Tasikmalaya mampu menjadi Kota Panutan yang membuktikan bahwa kota santri mampu mencetak manusia Rabbani yang bermanfaat duniawi maupun ukhrawi ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin allahumma aamiin...
      terima kasih kunjungannya tya :)

      Delete
  48. Meski bukan dari Tasik, perlu mbaca juga neh, siapa tahu ingin menimba ilmu di sana. Mantap pesantren-pesantrennya. Semoga sukses yaaa. Aamiin ya Kariim....

    ReplyDelete
    Replies
    1. insyAllah pesantren-pesantren di Tasik takkan mengecewakan pak :)
      terima kasih sudah berkunjung :)

      Delete
    2. Informasinya sangat menarik, semoga pesantren-pesantrennya bisa mencetak generasi yang islami dalam segala hal... Aamiin :)

      Sukses ya untuk ngontesnya :)

      Delete
  49. adeeem banget di hati mbayangin Tasik yg kota santri ini. sayang jauh bgt dari Semarang ya, mau ngirim anak nyantri kesana enggak tega ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah bunda uniek, main saja dulu, lihat-lihat ponpesnya, insyAllah jadi bakalan tega ko, hhe....
      terima kasih sudah berkunjung bun :)

      Delete
  50. Wah, Kota Tasik memang Luar Biasa yha ^_^

    ReplyDelete
  51. kota lahir saya juga kota santri mbak
    "Jombang"

    ReplyDelete
    Replies
    1. banyak kota santri yah di Indonesia ini, semoga bisa mencetak ilmuwan-ilmuwan rabani :)

      Delete
  52. Mbak, bagus nih ulasannya. Ayoo ditulis yang panjang dan kirim ke media juga mbak ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini sudah mba, social media hhe...
      terima kasih sudah berkunjung mba :)

      Delete
  53. Yang saya tau tasik terkenal dengan kerajinan tangannya...Infonya bermanfaat, saya jadi tau lebih banyak tentang kota tasik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul itu mas, tepatnya di daerah Rajapolah :)
      terima kasih sudah berkunjung :)

      Delete
  54. wahhhhh, Tasiiikkkk...saya punya teman di Tasik tapi tidak tahu persis dimananya :) salah satu hal yang melekat kuat di ingatan saya itu, waktu 2 tahun lalu perjalanan ke Bandung. Nyimpang dulu ke Tasik, untuk shalat di mesjid rayanya. Selesai shalat, makan mie dulu di sebelah mesjid itu, wuahhh enak banget mie nya khas dengan sambal bawang.... hahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah wah, mampir ke rumah saya mba, ada mie ayam yang enak juga loh, mie ayam pengkolan hhe...
      terima kasih sudah berkunjung mba tya :)

      Delete
  55. Tasikmalaya memiliki potensi Wisata, Kuliner, Religi, Kerajinan. Mari kita publikasikan Potensi Tasikmalaya melalui blog.

    Blognya bagus banyak komentarnnya. Jika ingin membuat artikel tentang Kota Santri Cetak Ilmuwan Religi lebih baik ditambah dengan data Nama dan Alamat Pondok Pesantren Tasikmalaya khususnya beberapa pesantren yang terkenal.

    Ada kata yang tidak dimengerti

    Ÿxsùr& tbrãÝàYtƒ ’n<Î) È@Î/M}$# y#ø‹Ÿ2 ôMs)Î=äz ÇÊÐÈ ’n<Î)ur Ïä!$uK¡¡9$# y#ø‹Ÿ2 ôMyèÏùâ‘ ÇÊÑÈ ’n<Î)ur ÉA$t6Ågø:$#

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih sarannya kang,
      wah bahasa apa itu ya kang? tak terbaca di laptop saya :( maaf...
      terima kasih sudah berkunjung :)

      Delete
  56. Aku baru tahu ternyata Tasikmalaya disebut kota santri :)
    Benar, kebanyakan dari kita menganggap sepele sains, padahal ilmu dahulu terukir dari tangan seorang muslim seperti Al Khawarizmi. Ibnu Sina, dan lainnya. Seharusnya kita mengikuti pepatah "Utlubul ilma walau bissin" yang menganjurkan tuk menuntuk ilmu sampai ke negeri China. ;)

    ReplyDelete
  57. Good....menambah wawasan yang membaca. Jadi mau main ke Tasik kapan-kapan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah, silahkan mas ditunggu kunjungannya di Tasik :)

      Delete
  58. Seorang santri bisa jadi seorang ilmuwan,,, wah hebat

    ReplyDelete
    Replies
    1. harus itu :)
      terima kasih sudah berkunjung mas irfan :)

      Delete
  59. setuju sekali dengan isi tulisan di artikel ini.Dengan ciri khas kehidupan religiusnya, tentunya kita sebagai warga Tasik patut berbangga. Namun, tidak sebatas bangga melainkan kita pun harus terus mempertahankan citra positif ini jangan sampai julukan tasik sebagai kota santri hanya tinggan nama. nice info, lanjutkan berkarya, abadikan pemikiran lewat tulisan.

    ReplyDelete
  60. Jadi kangen Tasik, kota dimana saya menimba ilmu, berwirausaha dan menikmati bagaimana rasanya jadi pekerja.

    Tasik kota santri dan pelaku UKM :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hhe... betul itu mas, mari ke Tasik, untuk melepas kangen hhe...

      Delete
  61. Mnjadi slah 1 kota santri di bumi Indonesia qt trcinta ini, tasik smakin akrab di telinga qt. Warganya yg ramah tamah, makanan2 khas nya, pesantren2 nya, mall2 nya, tmpat wisata hingga hotel yg ada di sna, membuat tasik smakin bnyak diminati msyrakat untuk mngunjunginya. menginjakkan kaki di bumi tasik, mmbuat saya serasa mnginjakkan kaki di bumi kmpung halaman trcnta, krn suasanya tdk jauh brbeda. hehehe...
    mudah2an tasik mampu mnjadi kota modern yg melahirkan ilmuwan2 religi. aamiin... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin allahumma aamiin....
      semoga makin betah di Tasik ya mba :)
      terima kasih sudah berkunjung :)

      Delete
  62. itu pembahasan mengenai ketidakseimbangan ilmu "agama" dan ilmu "umum" hasil survey dari seluruh santri yang mondok di pesantrennya mbak? *penasaran *pengen tahu

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas, pengajaran di sekolah-sekolah pesantren, jarang sekali ada guru yang saat beliau mengajar, mengintegrasikan ilmu agama dan umum (lebih jelasnya sudah saya beri contoh d tulisan saya diatas)
      di ambil sampelnya saja mas, ada 1000 lebih santri disana, dgn keterbatasan waktu jadi saya hanya mengambil sampelnya saja.

      Delete
  63. nice posting fa, walaupun aku ga suka TO dan belum pernah singgah ke Tasik tapi Tasik sebagai kota santri sudah melegenda sepertinya, hoho. inspiratif banget fa sebagai orang yang bukan asli Tasik bisa memikirkan yang seperti ini #youKnowWhatImean haha
    good luck dear :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. makanya singgah dong dimari :)
      #IKnowWhatYouMean :D thank you, thank you... :)

      Delete
  64. Postingan Luar biasa! :D
    Untuk pemuda pemudi Tasik, lestarikanlah Tasik kota santri!

    ReplyDelete
  65. Saya dulu alumni dari Tasik ^_^. Setuju dengan tulisannya... Sudah saatnya berbagai bidang keilmuan dikuasai oleh cendekiawan muslim yg lurus. Kalau melihat sejarah kejayaan peradaban Islam, tak mengherankan jika para cendekiawannya multitalenta. Expert tak hanya di 1 bidang sains misalnya, melainkan merangkap ilmu2 agamanya juga. Salam :)

    ReplyDelete
  66. Melihat postingan ini rasanya ingin studi banding ke sana. Sayangka aku nggak punya teman dari Tasikmalaya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kan kita sudah berteman mas :)
      mari berkunjung kemari :)

      Delete
    2. Oh ya, maksudnya teman di dunia nyata dan pernah bertatap muka. Semoga suatu saat bisa ke sana dan bertemu sampean :)

      Delete
    3. siaappp, ditunggu kunjungannya di kota santri :)

      Delete