Tuesday, August 27, 2013

Aku dan Kenangan Tentangmu (Bunga Wijaya Kusuma)

Aku dan Kenangan Tentangmu (Bunga Wijaya Kusuma)

Hooaaammmm... yah, ngantuk” kataku sambil menyandarkan tubuhku pada ayah.
“Ya sudah, teteh tidur saja. Ayah masih mau disini, mau lihat fenomena langka nih.” Kata ayah sambil mencibirkan mulutnya.

Huft, ayah memang selalu begitu, selalu membuatku penasaran. Akhirnya aku pun tetap bertahan duduk disampingnya untuk melihat fenomena “yang katanya” langka itu.
Tik tok tik tok, suara jam tanganku sepertinya semakin membuatku mengantuk, waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam dan fenomena itu sepertinya belum nampak juga.

Tiba-tiba...


 “Teh, bangun teh, bangun. Tuh lihat”
           
 


Mataku seketika langsung terbuka, melihat Bunga Wijaya Kusuma yang selama ini kami tanam ternyata berbunga juga. Subhanallah... cantiknya... bunganya besar merekah, berwarna putih. Mengeluarkan bau harum yang semerbak, sungguh terlihat sangat cantik di malam hari yang gelap dan sunyi. Di bawah pancaran semu sinar bulan, membuat bunga ini tampak lebih anggun. Pantas saja jika bunga ini dijuluki sebagai “Queen of The Night” (ratunya malam).

Tak bosan mataku menatapnya. Ayah hanya tersenyum-senyum saja melihat ketakjubanku itu. Ya, dia memang selalu seperti itu, jika kuncup bunga Wijaya Kusumanya sudah terlihat, Ayah pasti akan menungguinya hingga tengah malam untuk melihat bunga kesayangannya itu berbunga. 

“Biasanya aja dong teh ngeliatin bunganya, ampe segitunya” goda Ayah sambil menyenggol bahuku.
hehe... bagus ya yah bunganya” ucapku sambil tersenyum malu.
“tau ga teh arti nama bunga ini?”
Aku pun menggeleng, dan berbalik melihat Ayah.

”Nama latin bunga ini adalah Epiphyllum oxypetalum  termasuk bagian dari keluarga kaktus. Di Indonesia lebih dikenal dengan nama Wijaya Kusuma. Wijaya berarti kemenangan dan Kusuma berarti bunga. Jadi Wijaya kusuma itu...
Bunga Kemenangan, gitu ya yah? Hehe...” sahutku, memotong pembicaraan Ayah.
“Haha.. Pinter.
Dahulu Wijaya Kusuma ini menjadi bunga keramat bagi para raja-raja di Indonesia. Karena jika mereka akan naik tahta menjadi raja, mereka harus mendapatkan Bunga Wijaya Kusuma ini ke istana dalam keadaan masih mekar merekah.”



“terus gimana tuh yah? Kan bunganya hanya mekar di malam hari?” tanyaku penasaran.
“Jadi menurut kepercayaan nenek moyang kita dahulu, bunga ini tidak serta merta mereka petik secara langsung dengan tangan, tapi ada jampi-jampi atau ritual-ritual khusus yang harus mereka lakukan. Dan konon katanya bunga ini biasa mekar di batu-batu karang yang besar. Penuh perjuangan sekali kan untuk mendapatkannya, makanya bunga ini dinamakan Wijaya Kusuma atau yang berarti bunga kemenangan.” Aku hanya mengangguk-anggukkan kepala mendengar penjelasan Ayah. Oh, ternyata bunga ini punya kisah sejarahnya juga ya, gumamku dalam hati.

“Tapi, bagi Ayah bunga kemenangan ini berarti lain. Bahwa bunga ini memberi makna akan selalu ada kemenangan, kebahagiaan dari hasil sebuah perjuangan. Ketika teteh berjuang untuk rajin belajar, maka teteh akan memperoleh kemenangan berupa peringkat ataupun nilai yang bagus, plus akan dapat hadiah dari bu guru. Jika teteh rajin shalat, mengaji, maka kelak nanti di akherat teteh akan memperoleh kemenangan berupa surganya Allah. Dan teteh pasti tau kan betapa indahnya surga itu, segala apapun yang teteh minta pasti akan terwujud dalam sekejap. Begitu pula dengan hidup ini teh, jika teteh terus berjuang untuk bersabar dan ikhlas dalam mengahadapi semua cobaan hidup yang Allah berikan, maka kelak teteh akan mendapatkan kemenangan berupa hati yang selalu lapang, tak pernah mengeluh, dan senantiasa bersyukur akan nikmat Allah, tak peduli sekecil apapun nikmat itu. Dan sungguh orang yang paling menang di dunia ini adalah orang yang senantiasa terus bersyukur kepadaNya, selalu menang dalam mengalahkan sifat-sifat buruk dalam dirinya, dan terus berjuang dan berdoa untuk mendapatkan sesuatau yang lebih baik lagi.”

(“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". QS. Ibrahim:7)

Teringat kembali percakapan malam itu dengan Ayah. Tak terasa sudah hampir 12 tahun berlalu, nasehat-nasehat Ayah yang disampaikannya dulu kini dapat kupahami. Bahwa kemenangan memang tak selalu terwujud dalam bentuk piala, hadiah, ataupun pujian dari manusia. Tapi menang adalah saat kita bisa menjaga diri kita dari segala hal-hal yang buruk, hal-hal yang tidak terpuji. Menang adalah saat kita masih bisa membantu orang lain tanpa pamrih, menang adalah saat kita masih dapat terus berdiri tak peduli seberapa seringnya kita terjatuh, menang adalah saat kita duduk lama dihadapan Allah bukan untuk untaian keluhan yang panjang, tapi untaian rasa syukur yang tak berhingga, menang adalah saat kita masih teguh berkata “tidak” saat orang lain berbondong-bondong berkata “ya” untuk suatu keburukan.



Semenjak kepergian Ayah 2 tahun yang lalu, saat-saaat menunggu mekarnya Wijaya Kusuma pun tak ada yang berubah. Sambil menatap “Queen of The Night” yang anggun ini, aku selalu merasa Ayah berada didekatku, mendengar semua celotehku, dan terus mendampingiku hingga aku melihat “Sang Bunga Kemenangan” ini bermekaran dan aku MENANG. J

Tulisan ini diikutsertakan dalam "Give Away Aku dan Pohon"

Sumber:

18 comments:

  1. bunga.. beri aku sedikit keindahanmu, agar aku mampu terlihat indah di hadapan Tuhanku. ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. halah, mulai dh...
      jadi mengenang malaikat tanpa sayap :p

      Delete
  2. Eh ada yaa nama bunga wijaya kusuma ??? baru tau hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, akhirnya jadi tau ya :)

      Delete
  3. Mengharukan.. saya juga deket banget sama papah saya.. berasa banget.
    Memang ya teh kedekatan sama ayah itu selalu istimewa..
    :)

    ReplyDelete
  4. bunganya boleh lempar ke surabaya mas... :D

    http://matahati.blogdetik.com/2013/09/05/aku-dan-pohon-hantu/

    ReplyDelete
    Replies
    1. hhuhuuuu... udah cantik-cantik dipanggil mas #NangisKejer
      kirim dulu sesajennya mas, baru dikirimin :p

      Delete
  5. Namanya sudah tidak ading bagiku, sedikit cerita tentang bunga ini pernah ku baca, tapi bentuk aslinya belum pernah tau..

    Terimnakasih ya mas infonya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hhuhuuuu... jangan panggil aku "mas" #NangisKejer

      masama, cantik kan aslinya :)

      Delete
  6. busyet aku baru tahu bunganya ternyata cantik banget....

    oh ya, saya sedang mengikuti lomba, mohon dukungan untuk like, komentar, atau bisa share foto saya disini terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasihhh :)

      sip sip, meluncur ke TeKaPe

      Delete
  7. dulu temen SMA ada yang namanya Wijaya Kusuma, mungkin pas lahir emaknya terinspirasi ama bunga ini #eh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. namaku dan nama adek2ku semuanya diakhiri kata kusuma mba, :)

      Delete
  8. subhanallah... cantik sekali ya mbak bunganya. jadi pengin liat aslinya :)

    ReplyDelete
  9. Baru denger namanya dan baru melihat bunganya kak. Mau cari juga ah buat hiasan taman.

    ReplyDelete
    Replies
    1. monggo monggo, pasti nambah caem tamannya :)

      Delete