Thursday, March 28, 2013

My Owl ^_^

My Owl

Entah mengapa suka banget sama burung yang satu ini ^_^. lucu aja, walaupun bagi sebagian orang burung ini nampak menyeramkan. Especially in  my state, Indonesia, coz we usually call thi animal "burung hantu" hhiiii... angker ya namanya hhe..
Apalagi dengan tambahan mitos-mitos kalau mendengar nyanyian burung ini berarti ada hantu or ada orang yang meninggal. Deuhhh, gimana ga tambah serem th image ni burung.
tapi, tapi, terlepass dari itu semua, I stiil like you very much..... hhe...
yang punya kaya gini di rumahnya, mau dun aku bagi satu :)


Monday, March 25, 2013

Belajar ilmu ekonomi from Novel "Negeri Para Bedebah" #2


Belajar ilmu ekonomi from Novel "Negeri Para Bedebah" #2 
makasih bang Tere ^_^



“Baiklah. Coba kita misalkan dunia ini hanya sebesar kota. Ada seribu penduduk di dalamnya. Sebagian menjadi petani, perajin, peternak, tukang, sebagian lainnya menjadi pedagang, tentara, serta semua profesi dan mata pencarian hidup yang kita kenal. Katakanlah berabad-abad mereka hanya mengenal barter ikan ditukar gandum, jasa cukur rambut ditukar perbaikan atap rumah, atau seporsi masakan lezat dibarterr dengan jahitan baju. Hingga salah seorang genius-kita sebut saja Mister Smith-menemukan uang. Kehidupan primitif mereka dengan segera berubah drastis, perekonomian kota kecil itu bergerak maju. Transaksi lebih mudah dilakukan, itu fase pertama muasal kegilaan ini.
            “Sejak uang ditemukan, berbagai teknologi juga ditemukan. Era industri datang. Sumber minyak, emas, batubara, timah dan besi dekat kota mulai ditambang. Tenaga kerja semakin produktif, perhitungan efesiensi produksi dikenal, dan tuntutan atas kemudahan transaksi keuangan meningkat. Mister Smith kembali datang dengan ide mendirikan bank, membuat seluruh penduduk kota terpesona. Benar sekali, mereka butuh modal untuk membuat perekonomian melesat lebih hebat. Tetapi mereka ragu-ragu, siapa yang akan percaya dengan selembar kertas? Mister Smith melambaikan tangan. Tenag saja, bank akan mencetak setiiap lembar uang dengan jaminan cadangan emass. Jadi, uang tersebut dijamin aman. Ada nilai pelindungnya di bnak, dan ssemua orang harus menerima transaksi dengan uang. Penduduk kota semakin kagum. Luar biassa,  itu ide yang brilian.
“Maka, bank mulai mencetak uang dengan jaminan cadangan emas. Sebagai pemanis, Misteer Smith menjanjikan bunga untuk setiap orang yang bersedia menyimpan uang di bank. Mulailah, orang kaya berbondong-bondong meletakkan uang, sedangkan yang membutuhkan uang untuk modal usaha juga datang ke bank dengan janji membayar cicilan ditambah bunga. Kau tahu, salah satu penemuan klasik Mister Smith yang menjaddi dasar ilmu ekonomi modern adalah bunga.”
“Nah, dengan adanya uang dan bank, akumulasi kekayaan mulai terjadi. Pada tahun nol, total uang beredar hanya seratus dolar, katakanlah begitu. Pada tahun kesepuluh, total uang beredar di kota melesat menjadi satu miliar dolar. Bagaimana bisa? Karena begitulah sisteem perekonomian baru bekerja, begitu canggih melipatgandakan kekayaan. Kau letakkan uang seratus dolar di bank yang dijamin setara satu gram emas, lantas uang itu dipinjam orang kedua, si tukang jahit. Orang kedua ini menggunakannya untuk membeli mesin jahit terbaru pada orang ketiga, si pembuat mesin, si pembuat mesin punya uang seratus dolar sekarang, hasil menjual mesin. Dia bawa uang itu ke bank lagi, ditabung. Jadi berapa uang dalam catatan bank? Dua ratus dolar.
“Bank lantas meminjamkan uang itu kepada orang keempat, si nelayan. Si nelayan membelanjakannya untuk membeli kapal terbaru pada orang kelima, si pembuat kapal. Orang kelima membawa uang seratus dolar itu ke bank, menabungkannya. Begitu terus siklus perbankan yang canggih.
“Jadi, berapa uang seratus dolar itu sekarang dalam catatan bank? Tiga ratus dolar? Kau keliru. Uang itu tumbuh menjadi tidak terhingga, karena semakin banyak yang terlibat dalam mekanisme simpan-pinjam itu. Tanpa regulasi bank harus menyisihkan sekian persen sebagai cadangan, efek pengalinya berjuta-juta tidak terhingga. Padahal, come on, berapa sejatinya uang yang dipinjam cadangan emas? Ya, hanya seratus dolar, lantas bagaimana ribuan dolar lainnya? Itu hanya ada di kertas. Benar-benar ada di keertass, dalam catatan bank, dalam catatan kekayaan masing-masing.
“Perekonomian kota tumbuh tidak terbilang. Semua sektor produktif berlomba-lomba melaporkan keuntungan transaksi. Situasi berjalan aman-aman saja hingga puluhan tahun. Pada tahun kesepuluh, uang beredar di seluruh kota menjadi satu miliar dolar, dan situasinya mulai rumit, hanya segelintir orang yang menguasai uang-uang. Mereka adalah penduduk super kaya, yang terus rakus menambah nominal angka kekayaan mereka. Tidak pernah puas.
“Katakanlah pada tahun itu ada seribu penduduk kota yang meminjam uang untuk membeli rumah. Uang pinjaman dari bank dibayarkan kepada tukang-tukang untuk membuat rumah, dan tukang-tukang ternyata tidak menabung uang itu ke bank, melainkan dibelanjakan keperluan sehari-hari. Bank yang dikuasai segelintir orang kaya berpikir keras, kalau begini caranya, lambat sekali mereka bisa menambah kekayaan, uang itu tidak segera balik ke pundi-pudi bank tidak ada uang yang bisa diputar lagi, lag, dan lagi. Tanpa uang, sistem bunga tidak bekerja, kekayaan mereka melambat. Mister Smith datang dengan ide lebih cemerlang. Dia ciptakan binatang yang disebut securitization. Bagaimana caranya? Seluruh kredit rumah itu jumlahnya ada seribu lembar surat perjanjian kredit, dikumpulkan saja menjadi satu, lantas dianggap sebagai produk, macam seribu potong tempe atau seribu ekor kambing, lantas dijual ke pemilik uang, penduduk super kaya lainnya, dengan imbalan bunga sekian persenyang dibayarkan setiap bulan plus cicilan. Tidak ada yang tertarik? Gampang, tinggal naikkan bunganya, tambahkan bumbu-bumbu janji semua aman, semua dijamin. Kalau ada masalah, semua rumah-rumah itu bisa jadi jaminan.
“Ide cerdas! Tentu itu brilian. Bank yang tadinya kekurangan uang, dengan cepat kembali punya uang. Banyak malah. Mereka tidak hanya sebagai pemberi pinjaman, tetapi sekarang sekaligus sebagai ‘nasbah’ bagi pembeli aset securitization tadi. Ide itu berhasil tidak tekira. Dengan uang hasil menjual seribu surat perjanjian kredit, bank leluasa mengucurkan kredit berikutnya ke penduduk kota. Bank menerima pembayaran dari nasabah setiap bulan. Uang itu dipergunakan untuk membayar pemegang aset securitization. Semua terkontrol, semua baik-baik saja, hingga tanpa disadari aset yang pada dasarnya hanyalah selembar kertas itu menggelembung tidak terkira.
“Harga properti melesat naik, harga komoditas tidak terkendali. Karena juga bermunculan derivatif transaksi keuangan lainnya, Mister Smith menciptakan transaksi future: minyak bumi atau gandum yang dibutuhkan enam bulan lagi bisa dibeli sekarang, lantas uangnya bisa diputar kemana-mana, menjadi berkali lipat. Dan boom! Ribuan kredit perumahan tiba-tiba macet total, orang mulai berpikir harga-harga sudah tidak rasional. Harga komoditas jatuh bagai roller coaster, dan mulailah kekacauan merambat kemana-mana.
“Bank tidak bisa menagih kredit ke penduduk kota, sedangkan pemilik aset securitization sudah mulai menagih. Panik, penduduk kota panik, si pembuat perahu, si pembuat mesin berrgegas ingin mengambil uang di bank, padahal uang itu sudah dipinjamkan ke tukang jahit dan nelayan. Tidak ada uang di bank, hanya catatan pinjam-meminjam. Jaminan emas? Orang lupa bahwa itu hanya seratus dolar pertama. Posisi bank terjepit, atas-bawah. Tidak perlu seorang genius untuk menyimpulkan soal waktu seluruh surat berharga terjun bebas, tidak ada lagi harganya. Krisis aset securitization ini merambat kemana-mana.
“Itulah yang terjadi di kota kecil tadi. Nah, itulah yang terjadi di dunia saat ini. Sama persis. Krisis dunia akibat kredit perumahan. Masalahnya, di dunia yang sebenarnya, nilai akumulasi uang ratusan tahun sejak ditemukan, jumlahnya triliunan dolar, tidak terbayangkan. Kau tahu, berapa total utang negara kita? Hanya seratus dua puluh miliar dolar, kecil sekali dibandingkan akumulasi uang dunia yang berjuta kali lipat, hanya nol koma nol nol. Uang-uang itu hanya dimiliki nol koma dua persen penduduk bumi, yang terus rakus menelan sumber daya. Uang itu butuh tempat bernaung. Mereka sudah punya mobil, rumah, berlian, pesawat pribadi, dan pulau pribadi. Mereka juga sudah membeli hutan jutaan hektar di Afrika, Asia, dan Amerika Selatan. Karena itu, mereka ciptakanlah berbagai produk keuangan untuk menampungnya. Tidak puas mendapatkan lima persen bunga bank, mereka menyerbu ke obligasi dan saham. Tidak puas juga, mereka menyerbu ke komoditas dan transaksi derivatif yang semakin rumit. Uang itu seperti ratu lebah yang beranak setiap hari, terus tumbuh, serakah. Uang itu butuh tempat berkembang biak, persis seperti mutasi genetik tidak terkendali.
“Padahal kita lupa, semua hanya kertas, bukan? Secara riil, kekayaan dunia tidak berubah sejak uang pertama kali ditemukan. Jumlah cadangan emas yang menjamin uang hanya itu-itu saja. Kau tadi bertanya apa? Aku tidak peduli kemiskinan, peduli setan, karena daya rusaknya itu-itu saja, busung lapar, kurang gizi. Tetapi kekayaan, daya rusaknya mengerikan. Bahkan uang yang berlimpah itu membuat orang tidak peduli wabah, kelaparan, perusakan alam, dan tragedi kemanusiaan lainnya.
“Aku pernah kuliah ekonomi lima belas tahun lalu. Salah satu dosenku adalah profesor penerima nobel ekonomi. Kau bisa membayangkan, mahasiswa model apa aku di kelas. Aku perrnah bicara tentang hipotesis bodoh padanya, andaikata dunia ini tetap menggunakan barter, andaikata dunia ini tidak pernah mengenal uang dan bunga, dunia boleh jadi akan jauh lebih adil dan makmur. Profesorku tertawa: “Thomas, bagi pialang, pengelola danareksa, eksekutif puncak, orang-orang pintar, bagi mahasiswa sekolah bisnis terbaik dunia, kalian pasti akan lebih bersyukur karena uang dan bungan pernah ditemukan.’ Kami berdebat, sia-sia. Profesor itu ringan melambaikan tangan, ‘Kau lupa petuah bijak bapak ekonomi modern, pasar memiliki “tangan tuhan”, Thomas. Dia akan selalu membuat keseimbangan, bahkan meski harus meledakkan keseimbangan sebelumnya. Jadi, jangan pernah menulis macam-macam di kertas ujian, atau kau tidak lulus di kelasku.’ Nasihat yang bagus. Sejak saat itu aku tidak peduli omong kosong kemiskinan”.
Eps. 2 Nol koma dua persen penduduk bumi, hal. 18-24.

belajar ilmu ekonomi from Novel "Negeri Para Bedebah" #1


Belajar ilmu ekonomi dari bukunya Bang Tere ^_^ *** Dalam teori ekonomi modern, tingkat suku bunga bank sentral (sering dikenal dengan istilah suku bunga SBI, Sertifikat Bank Indonesia) memegang peranan penting sebagai instrumen pengendali. SBI adalah bunga bebas resiko. Simpanan dalam bentuk SBI tidak mungkin akan gagal bayar-berbeda dengan tabungan atau deposito bank umum, yang bisa default kapan saja dengan beragam alasan. Jika bank sentral menetapkan suku bungan SBI, misalnya 8%, suku bunga itu menjadi patokan seluruh bank umum dalam menetapkan berapa besar bunga kredit yang akan mereka berikan, juga termasuk patokan bagi leasing, asuransi, dan berbagai perusahaan keuangan lainnya. Coba cek berapa bunga tabungan kalian saat ini? Paling tinggi hanya 4% per tahun. Nah, coba pikirkan logika sederhana ini, simpanan uang kalian di bank hanya diberikan bunga 4%, tapi bank bisa menggunakan uang kalian untuk membeli SBI (menyimpan uang itu di pemerintah) dengan bunga 8%. Jika bank memiliki dana tabungan nasabah 100 triliun, kalikan saja dengan selisih bungan 4%. Sambil ongkang-ongkang kaki, mereka bisa untung 4 triliun setiap tahun, jangan pernah merassa aneh dengan berita rasio penyaluran kredit perbankan rendah, fungsi intermediasi perbankan memble, jumlah simpanan SBI terus meroket, come on, kenapa pula kalian harus repot menyalurkan kredit (yang bisa saja macet, menjadi non performing loan), kalau ada cara mmudah mendapatkan untung selising bunga? Bahkan jika anak SD dijadikan direktur utama bank, bank akan tetap untung. Siapa yang membayar 4 triliun itu? Pemerintah. Dari mana uangnya? Dari pajak rakyat. Tetapi ada yang lebih ajaib lagi. Pertanyaannya, bagaimana bank sentral bisa tiba-tiba memutuskan SBI 8%? Padahal mereka tahu selisih dengan bunga tabungan bank umum begitu lebar? Karena mereka ddiamanahkan oleh undang-undang untuk menjaga stabilitas perekonomian. Stabilitas itu salah satunya tercermin dari angka inflasi. Misalnya, ketika harga-harga diperkirakan naik, perekonomian tumbuh lebih cepat, overheating, bank sentral mengantisipasinya dengan ikut menaikkan suku bunga SBI. Naiknya suku bunga, secara teoritis akan membuat orang yang punya banyak uang memilih menabung dibandingkan belanja. Akibatnya, uang beredar dberkurang, aktivitas jual-beli menurun, harga-harga jadi turun. Juga sebaliknya, ketika harga-harga diperkirakan terlalu turun, perekonomian melambat, bank sentral akan mengantisipanya dengan menurunkan SBI. Turunnya suku SBI otomatis akan membuat suku bunga pinjaman bank turun, dana murah, orang-orang berbondong pinjam uang, aktiivitas jual-beli naik, perekonomian kembali bergairah. Dari penjelasan satu paragrraf diatas, catat kata pentingnya: perkiraan. Inilah ajaibnya ilmu ekonomi, inflasi adalah fungsi dari ekspektasi (perkiraan, persepsi). Berapa tingkat inflasi tahun depan? 8%? 10%? Semua hasil dari perkiraan, antisipasi. Berapa inflassi bulan depan? 0,5%? 1%? Semua keluar dari kalkulasi perkiraan, ekspektasi. Ajaib, bukan? Kita ternyata selama ini memercayakan nasib perekonomian dunia, nasib periuk nasi banyak orang, kepada orang-orang yang di kelas diajarkan tentang ekspektasi. Bukankah itu tidak beda dengan penyihir, dukun, juru ramal, atau profesi gaib lain? Sialnya, jika kalian bisa menimpuk tukang ramal yang ramalannya salah (atau malah memilih itdak percaya sama sekali), kalian tidak bisa menimpuk menteri ekonomi atau petinggi bank sentral jika mereka salah mengambil kebijakan, “ternyata variabelnya lebih banyakn dari dugaan kami. Ini bukan salah kami. Siapapun pengambil keputusannya, pasti keliru memprediksi turbulensi ekonomi yang ada.” Omong kosong. Profesor penerima nobel ekonomi yang adalah salah satu dosenku sekaligus menjadi lawan debatku di sekolah bisnis ternama, hanya tertawa mendengar komentarku-dia pastilah terlatih menghadapi mahasiswa model aku.”itulah menariknya ilmu ini, Thomas. Sejak zaman Nabi Adam, kita selalu tertarik dengan masa depan, berusaha mengintip rahasia langit, berusaha menjelaskan apa yang akan terjadi esok hari. Nah, dengan pendekatan ilmiah, ilmu ekonomi mengumpulkan bukti-bukti empiris yang ada. Pemegang kebijakan ekonomi bisa menyesuaikan akibat yang terjadi dari kontrol yang mereka punya. Buka urusanku jika ternyata pemegang kontrol itu orang yang pengecut, korup, dan lebih memntingkan pihak tertentu.” Diskusi ditutup tanpa kesimpulan. Eps 6 Menerobos Imigrasi bandara, hal 60-62.

Monday, March 11, 2013

Jawaban Allah atas Al-fatihah kita :)

Jawaban Allah atas Al-fatihah kita :)


Bismillahirrahmaanirrahiim....


ÉOó¡Î0 «!$# Ç`»uH÷q§9$# ÉOŠÏm§9$# ÇÊÈ ßôJysø9$# ¬! Å_Uu šúüÏJn=»yèø9$# ÇËÈ Ç`»uH÷q§9$# ÉOŠÏm§9$# ÇÌÈ Å7Î=»tB ÏQöqtƒ ÉúïÏe$!$# ÇÍÈ x$­ƒÎ) ßç7÷ètR y$­ƒÎ)ur ÚúüÏètGó¡nS ÇÎÈ $tRÏ÷d$# xÞºuŽÅ_Ç9$# tLìÉ)tGó¡ßJø9$# ÇÏÈ xÞºuŽÅÀ tûïÏ%©!$# |MôJyè÷Rr& öNÎgøn=tã ÎŽöxî ÅUqàÒøóyJø9$# óOÎgøn=tæ Ÿwur tûüÏj9!$žÒ9$# ÇÐÈ


1.  Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang[1].
2.  Segala puji[2] bagi Allah, Tuhan semesta alam[3].
3.  Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
4.  Yang menguasai[4] di hari Pembalasan[5].
5.  Hanya Engkaulah yang kami sembah[6], dan Hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan[7].
6.  Tunjukilah[8] kami jalan yang lurus,
7.  (yaitu) jalan orang-orang yang Telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.[9]


Tafsir surat Al-fatihah:

[1]  Maksudnya: saya memulai membaca al-Fatihah Ini dengan menyebut nama Allah. setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan dan sebagainya. Allah ialah nama zat yang Maha suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang Ar Rahiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.
[2]  Alhamdu (segala puji). memuji orang adalah Karena perbuatannya yang baik yang dikerjakannya dengan kemauan sendiri. Maka memuji Allah berrati: menyanjung-Nya Karena perbuatannya yang baik. lain halnya dengan syukur yang berarti: mengakui keutamaan seseorang terhadap nikmat yang diberikannya. kita menghadapkan segala puji bagi Allah ialah Karena Allah sumber dari segala kebaikan yang patut dipuji.
[3]  Rabb (Tuhan) berarti: Tuhan yang ditaati yang Memiliki, mendidik dan Memelihara. Lafal Rabb tidak dapat dipakai selain untuk Tuhan, kecuali kalau ada sambungannya, seperti rabbul bait (tuan rumah). 'Alamiin (semesta alam): semua yang diciptakan Tuhan yang terdiri dari berbagai jenis dan macam, seperti: alam manusia, alam hewan, alam tumbuh-tumbuhan, benda-benda mati dan sebagainya. Allah Pencipta semua alam-alam itu.
[4]  Maalik (yang menguasai) dengan memanjangkan mim,ia berarti: pemilik. dapat pula dibaca dengan Malik (dengan memendekkan mim), artinya: Raja.
[5]  Yaumiddin (hari Pembalasan): hari yang diwaktu itu masing-masing manusia menerima pembalasan amalannya yang baik maupun yang buruk. Yaumiddin disebut juga yaumulqiyaamah, yaumulhisaab, yaumuljazaa' dan sebagainya.
[6]  Na'budu diambil dari kata 'ibaadat: kepatuhan dan ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, Karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.
[7]  Nasta'iin (minta pertolongan), terambil dari kata isti'aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendiri.
[8]  Ihdina (tunjukilah kami), dari kata hidayaat: memberi petunjuk ke suatu jalan yang benar. yang dimaksud dengan ayat Ini bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi juga memberi taufik.
[9]  yang dimaksud dengan mereka yang dimurkai dan mereka yang sesat ialah semua golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.

dan inilah jawaban Allah atas setiao ayat yang keluar dr lisan hambaNya:
"Apabila dia membaca, 'segala puji bagi Allah, tuhan semesta alam', Allah akan membalasnya dengan berfirman 'HambaKu telah memujiKu',
Apabila dia membaca 'zat Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang', Allah berfirman, 'HambaKu telah memujiKu',
Apabila dia membaca, 'Yang Menguasai Hari Pembalasan', Allah berfirman 'HambaKu telah mengagungkanKu', lalu Allah berfirman sekali lagi, 'HambaKu telah memasrahkan urusannya kepadaKu',
Apabila dia membaca, 'Hanya engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan', 
Allah berfirman, 'Ini adalah urusan antara Aku dan hambaKu, dan aku akan mengabulkan apa yang hambaKu pinta',
Apabila dia membaca, 'Tunjukkilah Kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat (iman) kepada mereka; bukan (jaalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat',
Allah berfirman, 'Ini adalah untuk hambaKu, dan dia akan mendapatkan apa yang dia pinta' ".

(HR. Muslim, Abu dawud, Tirmidzi, Nasa'i, dan Ibnu Majah)


Saturday, March 09, 2013

Muslimah ^_^

Muslimah ^_^


Anggun dengan hijabnya,
Terhormat dengan iffahnya,
Tangguh dengan sabarnya,
Cantik dengan lembutnya...

Muslimah,
Ketika ia seorang putri, dia pembuka pintu surga ayahnya
Ketika ia seorang istri, dia pelengkap separuh agama suaminya
Ketika ia seorang ibu, SURGA di bawah telapak kakinya...

senantiasa setia dengan keistiqomahannya, aamiin Allahumma aamiin... :)

Friday, March 08, 2013

Number One for Me (Women's Day)

Number One for Me 
by: Maher Zain

http://youtu.be/f4J7-WR1QOY


I was a foolish little child
Crazy things I used to do
And all the pain I put you through
Mama now I’m here for you
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
For all the times I made you cry
The days I told you lies
Now it’s time for you to rise
For all the things you sacrificed
Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you
Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you
Mom I’m all grown up now
I’ts a brand new day
I’d like to put a smile on your face everyday
Mom I’m all grown up now
And it’s not too late
I’d like to put a smile on your face everyday
You know you are the number one for me
You know you are the number one for me
You know you are the number one for me
Oh oh
Number one for me
Now I finally understand
That famous line
About the day I’d face in time
Coz now I have a child of mine
Even though I was so bad
I’ve learnt so much from you
Now I’m trying to do it too
Love my kids the way you do
Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you
Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you
Mom I’m all grown up now
I’ts a brand new day
I’d like to put a smile on your face everyday
Mom I’m all grown up now
And it’s not too late
I’d like to put a smile on your face everyday
You know you are the number one for me
You know you are the number one for me
You know you are the number one for me
Oh oh
Number one for me
There is no one in this world
That can take your place
Oooh I’m sorry for ever taken you for granted
I will use every chance I get
To make you smile
Whenever I’m around you
Now I will to try to love you
Like you love me
Only God knows how much you mean to me
Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you
Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you
Mom I’m all grown up now
I’ts a brand new day
I’d like to put a smile on your face everyday
Mom I’m all grown up now
And it’s not too late
I’d like to put a smile on your face everyday
The number one for me
The number one for me
The number one for me
Oh oh
Number one for me

peringatan Women's Day ^_^